Jumat, 24 Juni 2011

Printer ini Punya Koneksi WiFi


Produsen printer HP rupanya ingin menanamkan alamat e-mail di nyaris semua printer bisnis maupun konsumer-nya. Maka baru-baru ini diumumkanlah jajaran printer yang terkoneksi ke Web dan Cloud-enabled.

Premium e-All-in-One itu merupakan printer HP yang punya koneksi WiFi dan bisa dikustomisasi melalui jajaran aplikasi cetak HP. Teknologi layar sentuh Touchsmart HP dipakai di layar 10,9cm-nya. O ya, printer ini mendukung cetak bolak-balik tanpa campur tangan manusia (auto-duplexing). HP menjadwalkan kehadirannya pada bulan Oktober mendatang.



HP Photosmart Plus e-All-in-One sepertinya printer yang serupa, tetapi dengan layar sentuh 8,9cm. Yang ini dijadwalkan keluar September mendatang. Selain itu ada HP Photosmart Wireless e-All-in-One dengan layar sentuh yang lebih kecil (6,1cm) dan cartridge tinta individual. Nah, yang ini kabarnya akan muncul Juli mendatang.

Tapi kalau mau yang punya kemampuan fax, nantikan HP Photosmart Premium Fax e-All-in-One dengan document feeder dua-sisi pada September mendatang.

Dengan printer-printer yang mengusung fitur e-mail ini, pengguna bisa mencetak dari sebarang perangkat pintar ke printer tanpa bantuan driver. Output cetak bisa dikirim via pesan e-mail. Mirip PC fax jaman dulu yah?

Tips perawatan Infus sistem untuk printer Epson


Tidak diragukan lagi, penggunaan printer Epson yang telah diinfuss sangat membantu pekerjaan kita yang saabrek. Tidak perlu repot dengan isi ulang (akibat volume inktank yang sedikit), tangan pun gak belepotan dengan tinta.
Yang perlu menjadi perhatian kita adalah cara perawatan printer ini. Penanganan printer yang telah dipasang infuss butuh sedikit tambahan perhatian dibanding yang masih original.
Berikut cara-cara perawatan dan perlakuan printer infuse Epson:
1) Atur posisi tabung tinta sama tinggi alias sejajar dengan printer. Beberapa user mencoba meninggikan tabung tinta dengan tujuan agar tinta bisa mengalir dengan lancer ke inktank. Hal ini tidak dibenarkan, secara otomatis inktank akan menyedot tinta dari tabung jika printer digunakan. Jadi jangan khawatir.
2) Botol pembuangan harus tersambung dengan baik. Jangan lupa periksa ketinggian botol, jika sudah hamper penuh, segera buang isinya dan jangan dipakai lagi.
3) Bawa printer dalam posisi datar, jika membawanya miring akan berakibat tinta di dalam printer akan meluber keluar, casing printer jadi kotor khan...
4) Buka petutup kecil tabung saat printer digunakan, ya … cukup yang kecil aja gak perlu dua-duanya.
5) Jika mau memindahkan posisi printer, semua tutup pada tabung harus terpasang rapat. Dengan bantuan karet atau penjempit, jempitlah selangnya. Buka kembali jika sudah ditempat pada tempat barunya.
6) Segera isi kembali tinta jika ketinggian tinta ¼ dari kapasitas tabung.
7) Isi dengan jenis/merk tinta sejenis / semerk dari tinta sebelumnya, karena tiap-tiap merk berkarakter beda. Kalaupun sangat terpaksa mengganti dengan merk lain, harus dilakukan pengurasan terlebih dahulu.
8) Selama proses pengisian, tutup lubang yang kecil dan buka tutup tabung yang besar. Lakukan pengisian melalui lobang besar saja dengan menggunakan suntikan yang disertakan saat beli tinta.
9) Jika ada tumpahan tinta disekeliling kontainer ataupun catridge pengganti, usap perlahan dengan tisu kering. Jangan sampai tinta tercampur.
10) Jika menemui hasil print yang kurang baik, lakukan perintah head cleaning 1 X saja. Cara melakukan head clean: masuk ke control panel--printers and faxs--klik kanan tipe printer Anda--printing preferences--klik maintenance--pilih head cleaning dan ikuti prosedurnya. Tunggu 5 menit-an dan lakukan test print.

Sering "On-Off" Apa Pengaruh ke Usia Printer?


Nah yang ini adalah tips baru yang tidak sengaja saya jumpai. Ketika kita menyalakan dan mematikan printer, ternyata oleh memori printer juga dicounter. Bisa ditebak, itu akan mempengaruhi usia printer juga lho. Hal ini terjadi pada printer merek Epson dan Canon.
Terkhusus untuk printer Epson sekarang ini, sering menyalakan dan mematikan printer juga berakibat boros pada tinta!! Lho koq bisa?
Anda pernah memperhatikan sesaat setelah printer Epson di-On-kan? Printer akan menyedot tinta pada ink tank total kurang lebih 0,5 cc. Tujuannya agar hasil cetak bisa maksimal, print nozzle-nya bagus. Nah bagaimana kalo hal itu sering dilakukan tentu banyak tinta yang mengalir pembuangan melalui absorber bukan?
Sehingga disarankan tidak sering-sering untuk mematikan dan menyalakan printer. Sehari sekali lah tidak apa. Ato lebih ekstrim lagi ada teman saya di percetakan mengatakan bahwa printernya dinyalakan terus, gak pernah dimatikan -kecuali karena mati listrik tentunya-. Dan hasilnya printernya bisa awet (di samping juga kebersihannya dijaga,jangan sampai berdebu).
Nah, selamat mencoba!

Apa Enaknya Pasang Infus Sistem (CISS),,,,,,,,,


"Enaknya printer saya diinfus atau tidak ya? Terus apa sih kelebihannya kalo dipasang infus?"
Memasang infus diyakini memiliki segudang kebaikan, diantaranya:
Satu, suplai tinta tidak cepat habis. Gimana cepat habis, ukuran normal untuk sebuah cartridge terisi sebanyak kurang lebih 20 ml. Kalo dipasang infus sistem biasanya disediakan 6 X lipatnya atau sebanyak 120 ml (termasuk yang ada di cartridge). Dampaknya tentu saja kita tidak disibukkan dengan isi ulang tinta. Anda tahu sendiri bagaimana sulitnya refill tinta, kadang tangan dan baju belepotan sama tinta. Butuh waktu minimal sehari agar tinta bisa hilang dari kulit kita.
Dua, menambah umur cartridge. Koq bisa? Ya terutam untuk printer canon. Perlu diketahui, ketika kita melepas dan memasang kembali cartridge ke printer, IC pada circuit cartidge akan menghitungnya. Nah pabrikan sudah memprogram agar pada hitungan tertentu, setelah melepas dan memasang kembali, cartridge tidak bisa dipakai lagi. Alias harus diganti, ini ditandai dengan ngeblink 7 x untuk cartridge color, dan 15X untuk cartridge black. Lho koq gitu? Iya kenyataannya gitu, sebagai konsumen kita pasrah aja apa maunya produsen (he.. he). Tetapi bukan pasrah negatif lho ya! Dan salah satu solusinya adalah memasang infus sistem.
Tiga, peduli kelestarian lingkungan. Lho apa hubungannya? Bisa dibayangkan kalau setiap habis tinta, user terus ganti cartridge atau toner (untuk laser jet), tentu sampah berbasis plastik akan meningkat pesat dibandingkan kalo user melakukan refill tinta atau memasang infus sistem. Betul gak?! (Yang ini kayaknya sekedar dihubung-hubungkan saja, agar terkesan ilmiyah!)
Kelemahan Memasang CISS pada Printer
Walaupun memiliki banyak kelebihan, tidak berarti CISS bebas dari kekurangan.
1. Kualitas Instalasi CISS.
Kualitas instalasi sistem infus sangat menentukan masa depan printer kita. Installer CISS yang handal akan mampu memasang CISS dengan baik dan tidak mudah mengalami permasalahan ketika di pakai. Installer CISS akan mempelajari betul gerak cartridge sehingga mampu memasang CISS dengan tepat.
Disamping itu, sering saya temui printer yang sudah dipasang CISS tidak dilengkapi dengan botol pembuangan eksternal. Bisa ditebak, bak pembuangan absorber internal bawaan pabrik akan cepat penuh. Dan... (-ini yang tidak kita suka bersama-), user mesti mengeluarkan kocek lagi buat perbaikan.
2. Printer CISS Jarang Dipakai.
Kalau point pertama lebih disebabkan oleh installernya, maka pada point kedua ini disebabkan oleh user. Memasang infus sistem sangat dirasakan manfaatnya bagi user yang memiliki aktivitas cetak yang tinggi. Diantaranya mereka yang berkecimpung di dunia percetakan, juga sekolah-sekolah yang sering bikin laporan buat atasannya, kantor-kantor dll.
Tetapi bagi yang jarang mencetak, memasang infus sistem ibarat menamam bom waktu pada printer! Alih-alih memberi manfaat, printer sering macet atau buntu pada saluran selang juga pada printhead.
Saya sendiri pernah menerima "pasien" yang mengeluhkan printer yang sudah dipasang CISS miliknya tidak bisa mencetak hitam. Dia bilang,
"Printer jarang dipakai mas, begitu mau saya pakai koq yang hitam tidak mau mencetak sama sekali."
Nah ternyata, pada ujung selang tersumbat oleh tinta yang sudah mengering!
Jadi, Anda yang lebih tahu khan... apakah printer mesti dipasang infus sistem atau tidak.

Jangan Telantarkan Cartridge Warna


Suatu hari datang seorang pelanggan, ia bercerita memiliki printer canon pixma IP 1700 dan ingin memasang Sistem Infus (CISS). Tapi anehnya ia hanya ingin memasang tinta hitam saja.
“Apa bisa mas ?”

Saya jawab bisa-bisa saja, khan proses sama. Hanya tabung infusnya saja yang diisi hitam saja, yang lain jangan diisi tinta.
Saya balik bertanya apakah cartridge warnanya sudah rusak atau cacat sehingga yang dipasang hanya hitam saja?
“Yang warna bagus mas, cuman di kantor kami jarang sekali dipakai.” Jawab sang pelanggan.

Kalau saya Tanya kepada Anda apakah sering memakai printer untuk nyetak warna atau hitam? Saya yakin banyak yang sering memakai nyetak hitam saja daripada mencetak warna. Akibat dari perlakuan “tidak adil” ini, sering cartridge warna lebih awal macet alias buntu. Dalam dunia inkjet, semakin sering dimanfaatkan semakin baik. Dan ini terbukti, nozzle-nozzle pada printhead akan terhindar dari kemacetan akibat buntu.

Nah, sekarang saatnya menjaga cartridge warna agar tetap lancar. Minimal gunakanlah cartridge warna sepekan sekali. Kalau tidak ada dokumen warna yang dicetak, lakukan saja cetak “print test” pada properties printer.

Bagaimana Memperpanjang Umur Tinta di Cartidge,,,,,,,,


Printer usahakan mencetak sekali dalam seminggu dilakukan pencetakan semua warna.
Ini untuk menghindari terjadinya penyumbatan dan pengeringan pada head printer.

Hentikan mencetak jika ada salah satu tinta habis
Di head printer terdapat 40-100 lubang tinta dan panas yang dihasilkan setiap lubang 400 °C untuk menyemprotkan tinta keluar ke setiap halaman kertas. Jika salahsatu tintanya habis maka panas yang dihasilkan akan mengeringkan tinta di head yang menyebabkan head printer rusak.

Gunakanlah kertas berkualitas
Di pasaran banyak dijual kertas murah yang mengandung debu, sehingga dapat menyumbat setiap head printer. Disarankan memakai yang permukaannya licin dan khusus untuk mencetak.
Tata cara menjaga cartridge dari kerusakan
Segera isi cartridge kosong, atau simpan cartridge kosong tersebut di dalam bungkus plastik atau simpan di kulkas. Suhu yang dingin dapat mencegah tinta mengering yang menyebabkan head printer tersumbat dan mencegah busa di cartridge tidak kering. Ini juga berlaku untuk semua cartridge yang akan di-refill.

Transportasi cartridge refill
Pastikan menyimpan cartridge pada tempat yang sejuk dan terlindung dengn kantong plastik. Jika panas berlebihan misal di mobil, bisa menyebabkan isi cartridge bocor dan muncrat. Oleh karena tinta akan menjadi kental yang mendorong isi tinta keluar.

Faktor Penyebab Gangguan Printer,,,


Beberapa hal yang menyebabkan printer mengalami gangguan akibat prilaku pengguna adalah :
- Printer dibiarkan lama tidak terpakai.Saat printer dipakai, maka tinta akan mengalir dalam dalam cartridge ke permukaan cartridge sebelum kemudian dicetak ke kertas. Printer yang tidak dipakai dalam kurun waktu yang lama, sehingga printhead/ cartridge mengalami kerusakan. Perlu diketahui bahwa tinta adalah sebuah bahan kimia, jika mengendap lama pada permukaan cartridge / printhead maka dipastikan akan terjadi proses pengendapan/ pengkristalan. Hal ini tentu saja akan menyumbat pori-pori cartridge yang berujung pada kualitas saat mencetak sangat buruk, atau bahkan pada kasus akut tidak keluar sama sekali.
- Membiarkan terbuka tutup printer saat tidak dipakai.Printer-printer terbaru sekarang dilengkapi dengan penutup printer, seperti canon, tutup printer hadir mulai canon Pixma IP 1000, untuk merk HP dan LEXMARK sejak awal produksi sudah didesain memiliki penutup. Tujuannya agar saat tidak dipakai, printer bisa ditutup (tempatnya biasa pada masuknya kertas). Sehingga, printer terhindar dari masuknya benda-benda asing (semisal sobekan kertas, kawat, uang logam, serpihan kayu dan lain-lain) ke dalam printer dari tray (masuknya) kertas. Gangguan yang sering dari masuknya benda-benda asing adalah proses penarikan kertas mengalami kegagalan dan tentu saja printer tidak mau bekerja. Untuk merk Epson, sepengetahuan penulis hingga varian terbarunya masih belum dilengakpi dengan penutup ini, sehingga untuk langkah amannya bisa menggunakan kain penutup.
- Merefill / mengisi ulang cartridge dengan merk tinta yang berlainan.Masing-masing produsen tinta memiliki komposisi zat kimia yang berbeda, walaupun secara fisik memiliki kesamaan warna. Hal ini terutama pada tinta-tinta yang kompatibel (tinta bukan bawaan dari produsen). Bila sudah cocok dengan suatu merk tinta kompatibel, maka pada refill berikutnya disarankan untuk menggunakan merk tinta yang sama. Untuk tinta-tinta dari produsen aslinya tidak ada masalah, menjadi masalah ketika menggunakan tinta-tinta yang kompatibel (tinta yang bukan bawaaan dari produsen).

Tip aman melakukan refill cartridge printer:a. Pastikan jenis tinta sesuai dengan merk printer, untuk printer canon gunakan tinta khusus untuk canon, demikian seterusnya untuk printer merk lainnya. Biasanya produsen tinta mencantumkan keterangan ini pada kemasan botol / box tinta refill.
b. Jika terpaksa menggunakan tinta yang berlainan merk, upayakan agar sisa tinta lama sudah habis. Jika sudah dipastikan tinta lama habis, tinta merk baru bisa diisikan.
c. Jangan membiarkan cartridge kosong (tinta habis sama sekali) dalam waktu lama, karena hal ini menyebabkan cartridge menjadi kering. Kecuali, untuk kepentingan tertentu dan sesaat seperti pada point b. Segera refill cartridge bila printer memberi laporan tinta sudah low/ mau habis.
d. Ketahui dengan pasti berapa seharusnya volume tinta yang aman untuk diisikan untuk satu jenis warna. Pada banyak kasus, karena pengisian tidak terukur mengalami kelebihan sehingga luberannya bercampur dengan warna yang lain. Hasilnya, tentu saja hasil cetakan tidak sesuai dengan yang terpampang di monitor. Biasanya volume petunjuk pemakaian tertera pada box tinta, simaklah !